Allahu Akbar

Senin, 15 September 2008

8 Kemuliaan Ramadhan

Oleh: Aus Hidayat


dakwatuna.com - Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan
Suci Ramadhan. "Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian
bulan yang agung penuh berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu
malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan
puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya
sebagai sunnah. Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka
pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.

Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga.
Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang dimana Allah melapangkan
rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka
puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan
dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal
dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa
tersebut." (HR Khuzaimah)

Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam
menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan
yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti
khutbah Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen
dimana kepala negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut
bukan momen biasa. Itu sebuah program superpenting dengan momen paling
istimewa. Demikian pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan
keunggulan dan kemuliaan.

Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan
dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu:

1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)

Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta'ala. Namun juga digunakan untuk
menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu.
Sesuatu yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih
besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia
biasa. Alasan mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga
mengagungkan bulan ini. Firman Allah, "Waman yu'azhim sya'iirillah
fa-innahha mintaqwal quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar
agama Allah, maka itu datang dari hati yang bertakwa."

Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa
sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah
Penyayang menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan
segala kemurahan, kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang
ingin mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Syahrul Mubarak

Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat
secara maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian
berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua
perbuatan kita di saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang
balasannya langsung dari Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya
dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya.

Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu
10 malam periode pertama penuh rahmat Allah, 10 berikutnya diisi
dengan ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan
pembebas manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini
akan optimal jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah
sebagaimana arahan Rasulullah saw.

3. Syahru Nuzulil Qur'an

Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar,
yaitu menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman
Allah dalam rangkaian ayat puasa, "Bulan Ramadhan adalah bulan yang di
dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia,
penjelasan bagi petunjuk, dan furqan
(pembeda)." (Al-Baqarah: 185)

Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan
membentuk insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul
hayat (pedoman hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat
dipisahkan dengan Al-Qur'an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama
pada bulan Ramadhan dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril
datang sampai dua kali untuk menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah
saw. terhadap Al-Qur'an. Bagi ummat Muhammad, ada jaminan bahwa
Al-Qur'an kembali nuzul ke dalam jiwa mereka manakala mengikuti
program Ramadhan dengan benar.

4. Syahrus Shiyam

Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5
rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa).
Kewajiban puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu. Maka
sebulan penuh seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah
sebagaimana dia mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan
waktu beberapa menit saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari
terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib). Tidak cukup menilai
dari yang membatalkannya seperti makan dan minum atau berhubungan
suami-istri di siang hari saja, tetapi wajib membangun akhlaqul
karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh (yang dibenci
Allah).

5. Syahrul Qiyam

Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan
orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur'an dengan
benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah
mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap
mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar
Ramadhan dia bisa terbiasa mengamalkan qiyamullail.

6. Syahrus Sabr (bulan sabar)

Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak
mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk
kelemahan mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan
bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.

Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko
seperti dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim
beramal islami dalam berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah.

7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)

Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar
sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada
fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka
rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan
dermawan. Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan.

Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah
sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun
sebaiknya dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil,
bernilai besar di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum pada
orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa
seperti yang diperoleh orang yang berpuasa.

8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu'min

Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan
dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Para pedagang akan beruntung, orang
yang jadi pegawai dapat kelebihan pendapatan dan sebagainya. Namun
rezeki terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang
begitu mudah diperoleh di bulan mulia ini.

http://www.dakwatuna.com/2008/8-kemuliaan-ramadhan/

Tidak ada komentar: