Allahu Akbar

Kamis, 11 September 2008

Jika Tuhan Mengingatkan Manusia

Oleh:
Eko Jalu Santoso

Dikisahkan,
seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung
bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada
tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini
berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang
bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia
dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan
pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya
tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah
berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah
sia-sia saja.

Akhirnya
untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin
uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang
sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya
begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak
kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya
kembali.
Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam,
tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya
untuk mau mendongak keatas.

Tiba-tiba
mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil
yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang
pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu,
pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu.
Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan
catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.


Sahabat
yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya,
Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, namun
kadangkala
juga
dengan
pengalaman-pengalam an yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan
“koin
uang”
atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah,
agar kita
manusia mau
mendongak keatas, mengingat-Nya
dan
bersyukur atas rahmat-Nya. Allah seringkali menjatuhkan “koin
uang”
berupa kesehatan, kesuksesan karier, keberhasilan agar kita mau
menengadahkan wajah
menyembah-Nya,
mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya.
Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan
kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau
menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun,
sayangnya seringkali hal-hal
yang menyenangkan itu
tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas
dan
bersyukur atas rahmat-Nya.
Seringkali
berbagai rahmat dan berkah itu belum cukup membuat kita mau
memberikan perhatian dengan lebih mendekatkan diri
kepada-Nya dan
bersyukur atas rahmat-Nya

Karena
itu, kadang-kadang Tuhan juga
menggunakan
pengalaman-pengalam an menyakitkan, seperti kegagalan, rasa sakit,
kemiskinan,
kesulitan, musibah, bencana
dan
berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian
manusia agar mau mendongak keatas
mengingat-Nya.
Pengalaman
menyakitkan itu untuk menarik
perhatian kita
agar mau
menengadahkan
wajah kepada-Nya,
mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.
Dengan
demikian, kesulitan
dan pengalaman-pengalam an
menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima
sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya
hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau
“habl
min Allah.”
Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan
kekuasaan Allah.
Hendaknya hal itu menyadarkan
kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.


Seorang
rekan saya yang dulunya jarang berolahraga, suatu ketika menjadi
sangat rajin berolahraga dengan bersepeda. Ia membeli sebuah sepeda
yang harganya cukup mahal, hampir sama dengan harga sebuah sepeda
motor. Ketika bertemu dengannya, saya menyanyakan kepadanya mengapa
sekarang menjadi begitu rajin berolahraga bersepeda dan membeli
sepeda yang cukup mahal? Dia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu ia
baru menjenguk seorang rekannya yang terkena penyakit jantung dan
harus dirawat di rumah sakit.
Rekannya ini harus menjalani operasi
dan perawatan di RS yang menghabiskan biaya puluhan kali dari harga
sebuah sepeda yang mahal sekalipun. Ia tahu rekannya ini karena
begitu sibuknya dalam bekerja mengejar karier, sehingga melupakan
kegiatan berolahraga. Inilah yang membuatnya sadar bahwa kita perlu
bersyukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan dan menjaganya dengan
baik. Inilah contoh pribadi yang memiliki kecerdasan hati sehingga
tidak perlu menunggu Tuhan menjatuhkan “batu” kepada kita untuk
mau bersyukur atas rahmat yang diberikannya.


Sahabat
yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa
mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki
pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, memiliki
kedua mata untuk melihat dunia, kedua kaki yang menopang tubuh kita,
kelengkapan panca indra yang sempurna, mendapatkan rejeki yang kita
nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia dan lain sebagainya. Semua
itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak
ternilai harganya. Sudahkah
hal itu menjadikan kita selalu menengadahkan wajah kepada-Nya,
mengingat-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya ?
Ataukah
hal itu belum menarik perhatian kita, sehingga menunggu Allah
menjatuhkan “batu” kepada kita ?.


SEMOGA
BERMANFAT !

Sumber:
Milis Motivasi Nurani Indonesia

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Tidak ada komentar: