Allahu Akbar

Kamis, 18 September 2008

Ramadhan dan Fiqh Perubahan

Penterjemah:

Abu Ahmad

_________

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif; Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun; 04-09-2008

Segala puji hanya milik Allah, salawat dan salam atas nabi kiga Muhammad saw beserta keluarga dan para sahabatnya.. selanjutnya..

Saat ini kita berada dibawah naungan keindahan dan keberkahan bulan Ramadhan; bulan yang selalu hadir membawa nilai-nilai dan cita-cita atas umat Islam setiap tahun, di dalamnya terdapat banyak keberkahan, kenikmatan dan kewajiban yang secara aktual sebagai titik tolak kebangkitan umat dan pertumbuhan pada setiap jenjang dan tingkatannya; sehingga bulan Ramadan selalu memberikan kepada kita akan peta proyek perbaikan bagi individu dan umat, dan tentunya kebaikan itu harus selalu kita pertahankan dan pelihara, niscaya Allah akan memberikan petunjuk kepada kita dan menolong kita untuk dapat dijadikan sebagai investasi terbaik pada masa yang akan datang.

عَنْ أَنَسِ بن مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : افْعَلُوا الْخَيْرَ دَهْرَكُمْ ، وَتَعَرَّضُوا لِنَفَحَاتِ رَحْمَةِ اللَّهِ ، فَإِنَّ لِلَّهِ نَفَحَاتٍ مِنْ رَحْمَتِهِ يُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ، وَسَلُوا اللَّهَ أَنْ يَسْتُرَ عَوْرَاتِكُمْ ، وَأَنْ يُؤَمِّنَ رَوْعَاتِكُمْ

Dari Anas bin Malik berkata: Nabi saw bersabda: “Lakukanlah yang terbaik pada masa hidup kalian, dan hadapilah untuk menggapai rahmat Allah; karena Allah memiliki banyak sentuhan dari rahmat-Nya, yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan mintalah kepada Allah agar ditutup aurat kalian dan dilindungi jasad kalian”. (Thabrani)

Dan diantara sentuhan Allah yang penuh berkah atas kita adalah bulan Ramadhan; yang merupakan pusat pendidikan bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan jiwa, mengevaluasi kembali misi dan strategi perjalanan hidupnya, memanfaatkan waktu yang berharga dan petunjuk robbaniyah sebagai sebaik-baik bekal dalam melintasi jalan dakwah kepada Allah.

Bahwa kita saat ini sangat membutuhkan pada sesuatu yang kita sebut dengan “Fiqh Perubahan Spiritual dalam Bulan Ramadhan”; sehingga kita mampu menginvestasikan sentuhan-sentuhan robbani ini untuk dapat muncul di permukaan bumi dengan lebih mulia dari kondisi hidup kita saat ini, mengambil dan menikmati sentuhan-sentuhan yang penuh berkah untuk mengarahkan jiwa-jiwa kita menuju perbaikan yang lebih baik dan mengobati apa yang terdapat di dalamnya penyakit dan racun-racun; sehingga merekapun berhasil membersihkan ruh iman mereka dan mengangkatnya dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an.

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa pangkal perubahan adalah berasal dari dalam jiwa setiap insan; jiwa yang rindu meneguk tsaqofah dan suluk (prilaku) yang baik sehingga mampu menguasai berbagai urusannya, disiplin dalam berbagai tindak tanduknya, bijak dalam berbagai pandangannya. Dan kesemua itu memerlukan usaha yang berkesinambungan. Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا * وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang selalu membersihkan jiwanya dan sungguh merugi orang selalu mengotori jiwanya”. (As-Syams:9-10);

dan juga karena perjuangan yang hakiki adalah melawan jiwa (hawa nafsu) sebelum berjuang melawan musuh. Imam Al-Banna mengungkapkan:

مَيْدَانُكُمْ الأَوَّلُ أَنْفُسَكُمْ؛ فَإِنْ انْتَصَرْتُمْ عَلَيْهَا كُنْتُمْ عَلَى غَيْرِهَا أَقْدَرُ، وَإِنْ أَخْفَقْتُمْ فِي عِلاَجِهَا كُنْتُمْ أَمَامَ غَيْرِهَا أَعْجَزُ

“Medan utama kalian adalah jiwa kalian sendiri; jika kalian berhasil mengalahkannya maka terhadap yang lainnya akan lebih mampu, namun jika kalian tidak berhasil mengendalikan dan mengobatinya maka dihadapan yang lainnya akan lebih lemah”

karena itu, kita harus selalu berusaha melakukan perbaikan, pembersihan dan penyucian jiwa.

Sungguh Allah telah memberikan kemudahan kepada kita jalan menuju perubahan spiritual dalam bulan Ramadhan; sehingga menjadikan darinya sebagai titik tolak dan sarana terbaik untuk melakukan perubahan yang intens dan pemisah dan -pada akhirnya- mampu memperbaiki seluruh kondisi yang sedang kita alami saat ini; karena pintu-pintu kebaikan telah terbuka lebar, dan celah-celah kejahatan telah tertutup rapat, sedangkan syaitan-syaitan telah terbelenggu dengan kuat. Rasulullah saw bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَنَادَى مُنَادٍ : يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ

“Jika datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup dan syaitan-syaitan terbelenggu, dan ada seruan yang memanggil: Wahai para pencari kebaikan bersegeralah, dan wahai para pelaku kejahatan berhentilah”. (Lima perawi hadits kecuali Abu Daud)

Dan di dalamnya juga terdapat seruan yang sangat jelas kepada para ulul albab (orang yang cerdas) untuk memanfaatkan bulan yang penuh keistimewaan setelah Allah mudahkan berbagai jalan; dengan terbukanya pintu-pintu, tertutupnya pintu-pintu neraka dan terbelenggunya para syaitan.

Namun agar “Fiqh Perubahan Spiritual” ini memberikan buahnya, maka kita harus memiliki banyak persyaratan; diantaranya adalah keinginan yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan, memahami bagaimana melakukan perubahan, dan menjadikan perubahan sebagai kerja nyata bukan hanya sekedar ucapan lisan, begitu pula memahami bahwa perubahan tidak datang dari luar namun hadir dari dalam jiwa itu sendiri. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Bahwa sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang melakukan perubahan”. (Ar-Ra’ad:11),

begitupula dengan adanya azimah (keingian yang kuat) dan benar dalam melakukan perubahan.

Bahwa perubahan jiwa menuju yang lebih baik bukan hanya sekedar mimpi dan angan-angan, namun ia merupakan harakah diatas bumi realita; diawali dengan pembersihan jiwa dari berbagai kekurangan dan kesalahan dan kemudian menghiasi dan mengisinya dengan berbagai macam sarana pembersihan jiwa yang pengaruhnya tampak dalam ucapan, perbuatan dan interaksi kita dengan keluarga, tetangga dan manusia yang ada disekitar kita, sehingga -setelah itu- akan dapat merubah jiwa kita; baik pada bulan ramadhan dan setelahnya, secara maksimal menuju jiwa qur’ani yang rindu dengan siraman ruhani Al-Quran dan bekalnya.. Sosok robbani; yang tidak mencari yang lain dibaliknya kecuali hanya berharap ridha Allah.

Dan diantara perkara yang dapat merealisasikan perihal tersebut diatas adalah menghiasi diri dengan keinginan yang kuat, azimah yang teguh, dan memulai dengan sikap optimis, bersungguh-sungguh dalam membangun jiwa yang baik. Karena dari itu, bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas dan berharga untuk merenovasi kembali tubuh dan jiwa kita, mengeliminir prilaku dan tindak tanduk tercela di tengah kehidupan kita, serta mengeluarkan diri dari kungkungan ekslusifisme menuju pembangunan hubungan positif dengan orang lain.

Bahwa langkah utama dalam melakukan perubahan hakiki pada bulan yang mulia ini adalah hendaknya berfokus pada keikhlasan yang murni karena Allah, memiliki rasa malu dihadapannya, rasa takut dan selalu memuhasabah (introspeksi) diri; sehingga hal tersebut menjadi pendorong sepanjang hidup kita insya Allah. Sebagaimana kita harus melakukan taubat yang sebenar-benarnya dan sungguh-sungguh; jika hal tersebut merupakan kewajiban dan keniscayaan dalam setiap waktu dan setiap saat, maka pada hari-hari yang mulia ini –bulan ramadhan- harus lebih wajib lagi. Berusaha untuk memperbanykan ibadah pada bulan ini, khususnya qiyam lail, tahajjud dan tilawah (membaca) Allah dengan diiring mentadabburkan, berinteraksi dan menerapkannya dalam jiwa dan realita kehidupan. Berdzikir kepada Allah dan beristighfar, berdoa dan ibtihal (mengagungkan) Allah. Dan hendaknya berhati-hati dari tipu daya dan canda yang ada disekitar kita sehingga menghilangkan waktu yang berharga kita pada bulan ramadhan yang mulia, dan jangan lupa pula memperbanyak sedekah dan menjalin kasih sayang terhadap para yatim dan fakir miskin serta memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa.

Kita tidak boleh lalai dari memanfaatkan prestasi perubahan yang ada dalam bulan Ramadhan terhadap jiwa kita; seperti terbiasa mengabil keputusan, teguh diatasnya, fokus diri terhadap prestasi kerja, menghilangkan rutinitas dalam adat dan perbuatan, baik dalam mendisiplinkan waktu, dan baik dalam memfungsikan prestasi dalam seluruh harakah kita.

Sebagaimana kita juga tidak lupa akan qodhiyah kita yang utama dan orbit kita yang asasi yaitu “Qadhiyah Palestina”, dan menjadikan bulan ramadhan sebagai titik awal dan langkah menuju perubahan sikap-sikap negative terhadapnya, mendukung para pelaku perlawanan yang ikhlas yang hanya menggunakan alat sederhana dengan berbagai sarana yang ada seperti memobolisasi do’a kemenangan untuk mereka pada waktu-waktu dan saat-saat yang mustajabah, menyisihkan uang infak untuk mereka, melakukan muqoto’ah (boikot), meneguhkan sikap yang baik dan menyebarkan qodhiyah mereka keberbagai penjuru dunia.

Al-Ikhwan Al-Muslimun menyeru kpeada seluruh umat untuk menjadikan bulan ramadhan yang mulia sebagai investasi; untuk menyatukan shaf (barisan) dalam melawan rintangan yang sedang dihadapi dan menghancurkan penghalang dapat menjadi ancaman akan eksistensi aqidah dan tsaqofiyah umat; dan menjadikannya sebagai titik tolak dan ilham akan berbagai pelajaran dan ibrah, dan bekerja untuk menambah prestasi perubahan dalam berbagai tingkatan dan usaha.

Sebagaimana Al-Ikhwan juga menyeru kepada para pemimpin dan penguasa untuk lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah pada bulan yang mulia ini, berusaha merubah jiwa-jiwa mereka dan bertaqwa kepada Allah dalam jiwa dan bangsa, serta merubah arah, pandangan dan kerja mereka sehingga konsideran dengan nilai-nilai yang mulia pada bulan yang agung ini, serta mengikuti dan mentauladani sikap para pemimpin dan penguasa yang lurus dan adil masa lalu sehingga berhasil memimpin umat menuju kemenganan dan kegemilangan yang besar dan luas, begitupun hendaknya mereka harus mengembalikan kezhaliman yang telah mereka lakukan kepada pemiliknya, dan takut terhadap do’a-do’a orang-orang yang terzhalimi pada hari-hari yang mustajab serta hendaknya mereka hidup di bawah nilai-nilai yang hakiki; baik ucapan dan perbuatan pada bulan ramadhan yang mulia ini.

Ringkasnya…

Bahwa perubahan yang diidam-idamkan dalam bulan ramadhan harus merupakan perubahan yang ‘amiq (dalam) dan syamil (menyeluruh); yang diawali dari dalam diri: dengan bertaubat, adanya muraqobah (perasaan diawasi), ikhlas, muhasabah dan bersegara melakukan kebaikan-kebaikan, dan di dalam rumah tangganya: dengan melakukan qudwah, memberikan arahan dan tarbiyah yang baik sehingga rumah tangganya menjadi kiblat bagi yang lainnya “Dan jadikanlah rumah-ruamah kalian qiblat”, dan dengan anggota masyarakatnya: dengan berperan serta melakukan kebaikan, mengajak pada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, dan terakhir pada umatnya: dengan memberikan perhatian terhadap berita yang dialami oleh umat, memahami kondisi Islam dan umat Islam, serta mengulurkan tangan untuk membantu mereka yang membutuhkan; mencakup pada buah fikiran sehingga menjadi fikrah islam yang kokoh, prilaku; sehingga menjadi akhlak yang Islami dan aktual, sehingga menjadi teori yang realistis dan hidup.

Ungkapan untuk para ikhwah yang tercinta yang berada di balik jeruji besi

Investasikanlah masa-masa khalwah kalian dengan Allah, perbanyaklah shalat, qiyam, tahajjud dan tilawah Al-Quran; dengan mentadabburkan dan menghafalnya, perbanyaklah berdzikir dan berdoa, dan jadikanlah masa-masa khalwah kalian sebagai titik tolak perubahan hubungan kalian dengan Allah sehingga menjadi investasai masa depan dalam bekerja dan berdakwah kalian nanti, sehingga Allah akan membebaskan kalian dari penjara dengan selamat dan mendapatkan keberuntungan yang banyak insya Allah.

Dari jadikanlah bulan ramadhan sebagai pemberi ilham akan makna cita-cita dan harapan setelah keterputus asaan, kelonggaran dan kelapangan setelah kesempitan, kemudahan setelah kesusahan, dan memberikan perasaan gembira saat bertemu dengan Allah dan disaat Allah memberikan ganjaran yang berlimpah kepada orang yang bersabar, dan mengazab orang yang menzhalimi kalian sehingga pada saat itu merupakan hari kegembiraan bagi orang-orang yang terzhalimi.

Ungkapan untuk ikhwah semua…

Jadikanlah bulan ramadhan sebagai titik awal perubahan dalam kehidupan kalian, manfaatkanlah keutamaan-keutamaan yang ada pada bulan ini dengan sebaik-baiknya, perbaikilah hubungan kalian dengan Allah niscaya dapat membuka hati kalian yang tertutup, perkuat dan kokohkanlah ukhuwah kalian, dan jadilah seperti bangunan yang kokoh, dan juga jadilah kalian saling mencintai seperti Allah mencintai dan meridhai kalian, serta bekerjalah dengan sungguh-sungguh menambah untuk indeks nilai-nilai dan risalah kalian pada waktu-waktu dan saat-saat yang berharga dan mulia ini.

Ketahuilah bahwa masjid merupakan pusat utama pembentukan syakhsiyah muslimah; karena itu berusalah memperbanyak langkah menuju kepadanya guna mendekatkan diri dan taat kepada Allah, dan wujudkanlah dalam diri kalian sifat-sifat orang-orang beriman sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an Al-Karim, begitupun dengan sifat-sifat ibadurrahan seperti yang disebutkan dalam firman Allah:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمْ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا . وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا . وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا .

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. (Al-Furqan:63-65)

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Dan ketahuilah bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang bertaqwa” (Al-Baqoroh:194)

Jangan sia-siakan bulan ramadhan yang berharga ini sehingga berlalu dalam jiwa kalian seperti yang telah berlalu sebelumnya, karena itulah kita harus segera menguasainya dan memanfaatkannya dengan baik sebelum bulan tersebut pergi meninggalkan kita kembali, dan mencari darinya pada bulan ramadhan tahun ini sebagai titik perubahan jiwa menuju sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah SWT.

Salawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabat semua.. dan segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam..

Allahu akbar walillahil hamdu.

Tidak ada komentar: