Allahu Akbar

Jumat, 14 November 2008

Kisah bakti seorang anak terhadap ibunya

Sebuah cerita hikmah atau cerita bijak yang gue dapatkan dari sebuah
milis. Semoga bermanfaat bagi semua. Terima kasih ibu, Terima kasih
mamah .

Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda

Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan
memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong
putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang
ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di
jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub
melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki
tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi...

Menurut laporan "City Evening Post", di pagi buta, 13 Pebruari 2008,
Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru
sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang
ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu,
kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.

Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang
ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara
inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah
keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama
21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk
rumah sakit.

Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu
lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan
ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan
menghilangnya sang ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang
punggung rumah tangga.

Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan
menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk
mengurus sang ibu.Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat
menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela
memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang
tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang,
sakitnya tak tertahankan.

Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter
tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur
terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik
akupunktur sederhana.

Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat
menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.
Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan
melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan
tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama
memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.

Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas.
Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh
penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan
orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.

Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia,
karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.

Semoga cerita hikmah atau cerita bijak ini membawa kebaikan bagi semua
orang terhadap orang tua khususnya ibu kita sendiri ...

Salam,

Imam Nurmansyah

Tidak ada komentar: