Allahu Akbar

Selasa, 18 November 2008

Saya Ingin Seperti Ayah

Suatu hari suami saya rapat dengan beberapa rekan bisnisnya yang kebetulan
mereka sudah mendekati usia 60 tahun dan dikaruniai beberapa orang cucu. Di
sela-sela pembicaraan serius tentang bisnis, para kakek yang masih aktif itu
sempat juga berbagi pengalaman tentang kehidupan keluarga di masa senja usia.

Suami saya yang kebetulan paling muda dan masih mempunyai anak balita,
mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, dan untuk itu saya merasa berterima
kasih kepada rekan-rekan bisnisnya tersebut. Mengapa? Inilah kira-kira kisah mereka.

Salah satu dari mereka kebetulan akan ke Bali untuk urusan bisnis, dan minta
tolong diatur tiket kepulangannya melalui Surabaya karena akan singgah ke rumah
anaknya yang bekerja di sana.

Di situlah awal pembicaraan ‘menyimpang’ dimulai. Ia mengeluh, “Susah anak saya
ini, masak sih untuk bertemu bapaknya saja sulitnya bukan main.” “Kalau saya
telepon dulu, pasti nanti dia akan berkata jangan datang sekarang karena masih
banyak urusan. Lebih baik datang saja tiba-tiba, yang penting saya bisa lihat cucu.”

Kemudian itu ditimpali oleh rekan yang lain. “Kalau Anda jarang bertemu dengan
anak karena beda kota, itu masih dapat dimengerti,” katanya. “Anak saya yang
tinggal satu kota saja, harus pakai perjanjian segala kalau ingin bertemu.”
“Saya dan istri kadang-kadang merasa begitu kesepian, karena kedua anak saya
jarang berkunjung, paling-paling hanya telepon.”

Ada lagi yang berbagi kesedihannya, ketika ia dan istrinya mengengok anak
laki-lakinya, yang istrinya baru melahirkan di salah satu kota di Amerika.
Ketika sampai dan baru saja memasuki rumah anaknya, sang anak sudah bertanya,
“Kapan Ayah dan Ibu kembali ke Indonesia?” “Bayangkan! Kami menempuh perjalanan
hampir dua hari, belum sempat istirahat sudah ditanya kapan pulang.”

Apa yang digambarkan suami saya tentang mereka, adalah rasa kegetiran dan
kesepian yang tengah melanda mereka di hari tua. Padahal mereka adalah para
profesional yang begitu berhasil dalam kariernya.

Suami saya bertanya, “Apakah suatu saat kita juga akan mengalami hidup seperti
mereka?” Untuk menjawab itu, saya sodorkan kepada suami saya sebuah syair lagu
berjudul Cat’s In the Cradle karya Harry Chapin. Beberapa cuplikan syair
tersebut saya terjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia agar relevan
untuk konteks Indonesia.

Serasa kemarin ketika anakku lahir dengan penuh berkah. Aku harus siap
untuknya, sehingga sibuk aku mencari nafkah sampai ‘tak ingat kapan pertama kali
ia belajar melangkah. Pun kapan ia belajar bicara dan mulai lucu bertingkah
Namun aku tahu betul ia pernah berkata, “Aku akan menjadi seperti Ayah kelak”
“Ya betul aku ingin seperti Ayah kelak”

“Ayah, jam berapa nanti pulang?” “Aku tak tahu ‘Nak, tetapi kita akan punya
waktu bersama nanti, dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama”

Ketika saat anakku ulang tahun yang kesepuluh; Ia berkata, “Terima kasih atas
hadiah bolanya Ayah, wah … kita bisa main bola bersama. Ajari aku bagaimana cara
melempar bola” “Tentu saja ‘Nak, tetapi jangan sekarang, Ayah banyak pekerjaan
sekarang” Ia hanya berkata, “Oh ….” Ia melangkah pergi, tetapi senyumnya tidak
hilang, seraya berkata, “Aku akan seperti ayahku”.
“Ya, betul aku akan sepertinya”

“Ayah, jam berapa nanti pulang?” “Aku tak tahu ‘Nak, tetapi kita akan punya
waktu bersama nanti, dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama”

Suatu saat anakku pulang ke rumah dari kuliah; Begitu gagahnya ia, dan aku
memanggilnya, “Nak, aku bangga sekali denganmu, duduklah sebentar dengan Ayah”
Dia menengok sebentar sambil tersenyum, “Ayah, yang aku perlu sekarang adalah
meminjam mobil, mana kuncinya?” ”Sampai bertemu nanti Ayah, aku ada janji
dengan kawan”

“Ayah, jam berapa nanti pulang?” “Aku tak tahu ‘Nak, tetapi kita akan punya
waktu bersama nanti, dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama”

Aku sudah lama pensiun dan anakku sudah lama pergi dari rumah; Suatu saat aku
meneleponnya. “Aku ingin bertemu denganmu, Nak” Ia bilang, “Tentu saja aku
senang bertemu Ayah, tetapi sekarang aku tidak ada waktu. Ayah tahu, pekerjaanku
begitu menyita waktu, dan anak-anak sekarang sedang flu. Tetapi senang bisa
berbicara dengan Ayah, betul aku senang mendengar suara Ayah”

Ketika ia menutup teleponnya, aku sekarang menyadari; Dia tumbuh besar persis
seperti aku; Ya betul, ternyata anakku persis seperti aku. Rupanya prinsip
investasi berlaku pula pada keluarga dan anak. Seorang investor yang berhasil
mendapatkan return yang tinggi, adalah yang selalu peduli dan menjaga apa yang
diinvestasikannya. Saya sering melantunkan cuplikan syair tersebut dalam bahasa
aslinya,

“I’m gonna be like you, Dad, you know I’m gonna be like you”, kapan saja ketika
suami saya sudah mulai melampaui batas kesibukannya. Ternyata cukup manjur.
“Lutfi … ayo kita kasih makan kelinci,” katanya kepada anak kami yang berusia 3
tahun.

Prinsip diatas dapat kita terapkan dalam kehidupankita sehari hari maupun dalam
tugas kerja kita mengembangkan manusia yang menjadi tanggung jawab kita ataupun
bawahan kita. Apabila kita mempunyai bawahan dengan kwalitas kerja yang kurang
atau dibawah standard maka…… sadarlah bahwa kejadian ini mungkin merupakan
refleksi atau bentukan dari diri kita sendiri jadi jangan salahkan mereka….
jangan mem “vonis” mereka tapi coba cari titik awal timbulnya masalah, dan coba
introspeksi.

Dikutip dari Jamil Azzaini.

Senin, 17 November 2008

Sebenarnya Kita Kaya

taken from http://warnaislam.com

Usai sholat subuh berjamaah, Fikri bertanya kepada para jamaah, "nomor
sepatunya berapa?" Tentu saja beragam jawabannya, ada yang 39, 41, 42
sampai ada yang 45. Ia bermaksud meminjam sepatu untuk adik sepupunya
yang akan menjalani wawancara pekerjaan di Tangerang.

Fuad, adik sepupunya yang baru datang malam hari dari Bandung,
kehilangan sepatunya saat tengah sholat di masjid depan terminal Leuwi
Panjang, Bandung. Ia hampir tak mengenakan alas kaki berangkat ke
rumah kakaknya di Sawangan, Depok. Beruntung ada orang yang berbaik
hati memberikan sepasang sandal.

Hampir semua jamaah subuh di masjid itu berniat meminjamkan sepatu,
hanya saja yang beruntung mendapat kesempatan beramal shalih sepagi
itu adalah Arif, karena ukuran sepatunya sama persis dengan yang
diinginkan Fuad, yakni 42. Maka, bersegeralah beberapa jamaah
mengantar Fuad ke rumah Arif untuk mencoba sepatu.

Alhamdulillah sepatunya cocok di kaki Fuad, anak muda itu pun terlihat
senang. Terbuka kembali harapannya untuk mendapat pekerjaan.
Sebelumnya Fikri, sang kakak, sempat bertanya dimana toko sepatu yang
buka sebelum jam tujuh pagi. Hampir bisa dipastikan tidak ada toko
yang buka sepagi itu.

"Kaos kakinya punya?" tanya Arif lagi.

Fuad hanya menggeleng kepala, karena kaos kakinya pun ikut hilang
bersama dengan sepatunya. Tanpa banyak bicara, Arif pun bergegas ke
dalam rumahnya dan kembali dengan membawa sepasang kaos kaki. Tidak
hanya itu, Arif keluar rumah sambil membawa beberapa botol susu
instant, "Ini untuk anak-anak di rumah"

"Subhanallah…" serempak kalimat pujian itu keluar dari mulut para
jamaah. Ada seorang jamaah yang berujar, "kita kalah set sama Arif,
sepagi ini sudah beramal shalih, berbagi kebaikan, menolong orang yang
memerlukan, dan membagi rezekinya". Arif hanya tersenyum, tidak
sedikit pun rasa bangga terukir di hatinya.

Sementara itu, usai mencoba sepatu milik Arif, Fuad mengucapkan terima
kasih atas kebaikan saudara barunya itu. "Terima kasih Pak Arif, nanti
setelah pulang wawancara saya akan kembalikan…"

"Tenang saja, dipakai terus pun tidak apa-apa," jawab Arif. Lagi-lagi
kalimat pujian kepada Allah terucap, "Subhanallah…"

Ummat Islam dimanapun sebenarnya kaya raya, tidak ada yang miskin
kecuali ia yang merasa miskin. Sepanjang ia memiliki saudara-saudara
yang perhatian, peduli, dan mengutamakan kepentingan saudaranya.
Sesulit apapun kehidupan ini, akan terasa mudah jika setiap beban
dipikul bersama-sama. Seberat apapun cobaan yang diderita seorang
muslim, jika ia memiliki saudara yang sangat peduli, semua akan
menjadi ringan.

Fragmen seperti kisah Fikri, Fuad dan Arif pasti banyak terjadi di
berbagai tempat. Berbagai episode selalu diputar berulang-ulang dalam
perjalanan kehidupan bermasyarakat di negeri ini bahkan di berbagai
negara lain di seluruh dunia. Membuktikan bahwa ummat Islam tidak
boleh ada yang merasa miskin selama masih ada saudaranya yang tak
bosan membantu. Yang terlihat bukan semangat meminta, melainkan
semangat menolong dan memberi.

Ada semangat untuk saling memberi pertolongan sekecil apapun, jika
mungkin tercipta iklim berlomba untuk lebih dulu memberi. Kesempatan
berbuat baik memang selalu ada, jika bukan kita yang mengambilnya,
orang lain lah yang melakukannya.

Kekayaan sesungguhnya bukan pada apa yang dimiliki dan dinikmati
sendiri, melainkan seberapa banyak yang bisa dirasakan oleh saudara
dan lingkungan sekitarnya. Kekayaan sebenarnya bukan pada apa yang ada
di genggaman, melainkan tertanam dalam hati yang semakin terhibur
setiap kali membantu sesama. (gaw/tulisan ini juga bisa dilihat di
http://dompetdhuafa.or.id)

Jumat, 14 November 2008

Merengkuh Cinta dalam Buaian Pena

Oleh : Ali Margosim Chaniago/berbagai sumber
--------------------

Buya HAMKA bertutur :
“Tidakkah kau lihat langit biru dengan awan berarak
disulam oleh burung-burung, amatlah indah. Atau engkau saksikan lereng
bukit yang teramat indah. Atau taman bunga yang mekar beraneka warna
dengan harum semerbak, teramat indah. Atau kau dengar suara jangkrik
bersahutan, teramat indah. …Mengapa hati yang satu-satunya ini, kau
biarkan merana tanpa gelora cinta kepadaNya?”
Ikhwah
Fillah! Lihatlah lelaki yang satu ini. Sepanjang hari ia berdakwah.
Dari pukul enam pagi hingga pukul enam sore. Tak lagi satu daerah yang
ia sambangi, telah berkali-kali gurun pasir ia lalui. Sementara ia
masih muda. Sejarah mencatat, umurnya belum genap 20 tahun. Bila malam
tiba, malampun ia bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk ibadah, sepertiga
untuk MENULIS, dan sepertiga lagi untuk istirahat. Itulah dia Imam
Syafi’I muda.
Ada ribuan ulama di muka bumi
ini. Tapi, ulama yang satu ini benar-benar beda. Tanpa kenal siang dan
malam, jari-jemarinya selalu menari bersama pena untuk mengangungkan
TuhanNya, menyelamatkan aqidah umat, dan menjaga kehormatan umat. Bila
anda bertanya,”Wahai Syaikh, haruskah kami sepertimu?”Dia akan
menjawab,”Cukuplah seperti apa yang kau lihat!” Dan ia akan berpesan
kepadamu,”Berlelah-lelahlah dalam kebajikan, karena dalam kelelahan itu
ada kenikmatan yang sungguh nikmat.” Ulama yang satu ini ketika
terbaring di rumah sakit, tiba-tiba datang seorang dokter dengan suara
lantang mencegat beliau,”Wahai Pak Tua…, bukankah saya sudah melarang
anda membaca buku. Anda harus tahu diri. Anda itu sakit.”
Sang Syaikh
ini tersenyum,”Terimaksih. Anda sudah mengingatkan saya bahwa saya
sakit. Kalau tidak, saya bisa lupa bahwa saya sedang sakit. Begitulah
saya mencintai buku. Buku adalah penghibur hidup saya…” Dengan sedikit
angkuh, Si Dokter bertanya,”Emangnya, kau sudah membaca seberapa banyak
buku?” ujarnya sembari melangkah keluar. “Alhamdulillah, saya baru
membaca 20.000,00 jilid buku!” jawab si Syaikh tenang. Begitulah dia si
Syaikh yang satu ini. Dia termasuk ulama termasyur sekaligus produktif
dalam catatan sejarah dunia. Dia bernama Syaikh Ibnul Qayyium Al
Jauziyah.
Ikhwah Fillah! Murid beliau bernama
Syaikh Muhammad Al Ghozali, yang merupakan guru dari Syaikh Yusuf
Qordawi, juga merupakan ulama dan penulis termasyur. Dalam suatu
pengajian Syaikh Muhammad Al Ghozali berkata: Dalam hidup ini hanya ada
dua pilihan. Pertama, menjadi bagian dalam menciptakan
fikroh(Pemikiran). Kedua, dipaksa mengikuti fikroh.
Mari
kita kupas satu persatu. Menjadi bagian dalam menciptakan fikroh.
Sejarah mencatat, orang-orang yang terlibat dalam bagian ini, dialah
yang dikenal sebagai motor sebuah Peradaban. Kenalkah kita dengan Karl
Lar March dengan karyanya Das Capital. Buku ini adalah biang keladi
munculnya system kapitalisme, dan zionisme oleh Israel di dunia ini.
Dimana orang-orang eropa terobsesi untuk menjadi penjajah dengan tujuan
utama mereka adalah Gold, Glory , dan Gospel. Dan zionisme Israel
bercita-cita menjadi penguasa tunggal dunia dengan menjadikan amerika
sebagai kaki tangannya.
Pernahkah kita mendengar
kata ‘Samurai’. Ya, lebih tepatnya Novel Samurai. Di Jepang, novel ini
menjadi bacaan wajib warga negaranya mulai dari anak-anak SD hingga
tingkat Perguruan Tinggi. Dan yang mencengangkan lagi adalah Novel ini
dikukuhkan sebagai kitab kedua setelah kitab agama Shinto. Dipaksa
mengikuti fikroh. Ya, lebih dan kurang bisa kita amati langsung. Mulai
dari media, baik media cetak maupun media elektronik.
Pemikiran-pemikiran
mereka(Baca Yahudi dan nasrani) tiap hari menjadi santapan kaum
muslimin. Dan , anehnya, kita hanya menjadi konsumer terbesar. Tidak
mampu menjadi produser. Majalah Times, majalah forbes lebih
diagung-agungkan oleh banyak kaum muslimin ketimbang majalah islam
sendiri. Padahal, majalah itu tepatnya buat orang Amerika dan Eropa.
Berbagai pemikiran kapitalisme, liberalisme, dan sekulerisme lebih
dominan di benak kaum muslimin daripada konsep pemikiran islami dalam
dirinya.
Saudaraku, kenyataannya memang
begitu, kaum muslimin menjadi pengikut setia pemikiran orang lain. Kita
menjadi pengikut trend dan mode orang lain. Hal ini perlu menjadi
renungan kita semua.
Ikhwah Fillah! Meneropong
ke masa lalu. Kejayaan islam dulunya ditandai dengan berkembang
pesatnya berbagai keilmuan kaum muslimin. Sehinga kita kenal sangat
banyak ilmuwan muslim dengan berbagai disiplin ilmu. Seperti Ibnu Zina,
Innaribayan, Ibnu Rusyid, Ibnu khaldun, Ibnu Rayhan, dkk. Satu catatan
penting adalah mereka semua adalah MENULIS. Di zaman khalifah Ar
rasyid, Khalifah Al makmun dan beberapa periode setelah khalifah Al
makmun. Para penulis sangat dihormati. Berat sebuah buku apa saja
dihargai dengan berat emas. Sekarang??? He hehe, Fee untuk penulis
professional 15 persen dari harga buku. Sudah lumayan!
Ikhwah
Fillah! Mari kita menulis seperti Syaikh Ibnul Qoyyum Al Jauziyah
menulis. Menulis untuk mengangungkan Allah SWT, menyelamatkan aqidah
umat, dan menjaga kehormatan umat. Bila kita yakin dan istiqomah dengan
prinsip diatas, tidaklah perlu kita khawatir dengan penghidupan dunia
kita. Sejarah mencatat, belum ada penulis yang miskin di dunia ini.
Mereka hidup serba berkecukupan, karena Allah menjamin rezki
orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Mereka adalah orang
terkaya, Orang yang kaya ilmu, yang selalu menyumbangkan ilmu tanpa
habis-habisnya.
{Tiga orang yang selalu
mendapatkan pertolongan Allah tiada henti-hentinya adalah mujahid yang
membela agama Allah, PENULIS yang mencerahkan, dan pemuda yang
menyegerakan menikah untuk menjaga kehormatan diri.} (HR Ahmad)
Wahai
para penerus Syaikh Ibnul Qoyyum Al Jauziyah, Syaikh Ibnu Taimiyah,
Syaikh Muhammad Al Ghozali, Syaikh Yusuf Qardawi, Syaikh Hasan Al
Banna, Said Quthb, Buya HAMKA, M Natsir…, teruslah melangkah dalam
barisan dakwah hingga titik darah penghabisanmu. Mari kita bersama
MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA AL HUB FILLAH WA LILLAH
sumber:dudung.net
-----------------------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Kisah bakti seorang anak terhadap ibunya

Sebuah cerita hikmah atau cerita bijak yang gue dapatkan dari sebuah
milis. Semoga bermanfaat bagi semua. Terima kasih ibu, Terima kasih
mamah .

Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda

Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan
memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong
putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang
ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di
jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub
melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki
tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi...

Menurut laporan "City Evening Post", di pagi buta, 13 Pebruari 2008,
Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru
sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang
ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu,
kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.

Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang
ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara
inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah
keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama
21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk
rumah sakit.

Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu
lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan
ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan
menghilangnya sang ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang
punggung rumah tangga.

Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan
menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk
mengurus sang ibu.Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat
menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela
memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang
tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang,
sakitnya tak tertahankan.

Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter
tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur
terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik
akupunktur sederhana.

Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat
menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.
Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan
melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan
tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama
memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.

Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas.
Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh
penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan
orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.

Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia,
karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.

Semoga cerita hikmah atau cerita bijak ini membawa kebaikan bagi semua
orang terhadap orang tua khususnya ibu kita sendiri ...

Salam,

Imam Nurmansyah

Rabu, 12 November 2008

TERNYATA UMAT ISLAM ITU KAYA!

Seorang sahabat bernama Andi, -bukan nama
asli-, berkisah bahwa ia pernah bekerja di sebuah perusahaan Yahudi. Ia sudah
menjadi manusia yang kaya raya di usianya yang lagi belum mencapai 40 tahun.
Lebih dari 200 negara sudah ia sambangi. Semua itu dilakukan demi mencari
kekayaan dunia untuknya, dan untuk perusahaannya yang dimiliki orang Yahudi.

Dia bertutur betapa satu sen pun harus
dikejar dalam bisnisnya. Kerugian meski hanya satu dollar akan membuat pemilik
usaha menjadi panik. Apalagi model krisis global seperti saat ini.

Selalu mencari harta. Mengejar kekayaan
dunia. Takut miskin. Itulah yang selalu tertanam dalam benaknya!

Namun dalam sebuah tugasnya di Maroko,
Afrika Utara. Andi ini singgah di sebuah perkampungan muslim yang sederhana
lagi bersahaja. Sebagai seorang muslim, kehadirannya di kampung itu disambut
dengan baik oleh muslim di sana.

Andi dijamu makan dan makanan untuk
disantap pun sudah tersaji dihadapan. Namun tidak seorang pun mulai menyantap
makanan dan Andi pun belum lagi dipersilakan. Hingga seseorang datang ke dalam
ruang makan lalu menyampaikan berita kepada tuan rumah dalam bahasa Arab. Usai
itu, Andi pun dipersilakan untuk makan.

Saat menyantap hidangan itu, Andi
diberitahu oleh tuan rumah bahwa warga kampung muslim tersebut tidak akan
pernah menyantap makanan, selagi mereka belum merasa yakin bahwa di luar sana
tidak ada seorang pun yang kelaparan. Warga di dusun tersebut saling berbagi
makanan antara satu rumah dengan yang lain. Dan orang yang datang sebelum
santap makanan tadi, adalah pembawa kabar bagi tuan rumah yang menyampaikan
bahwa ia sudah membagi makanan bagi penduduk kampung yang belum mendapat
makanan.

Andi malam itu mendapat pelajaran berharga
bahwa berbagi kepada sesama akan membawa ketentraman dan kebahagiaan. Penduduk
desa ini mayoritas adalah penduduk miskin, namun mereka bahagia dengan cara
berbagi kepada sesama. Inilah pelajaran yang jauh berbeda dari apa yang Andi
dapatkan di perusahaan tempat ia bekerja.

Usai dari Maroko, ia ditugaskan untuk
terbang ke Cairo, Mesir. Perjalanan bisnis malam itu membawa dirinya untuk
menyewa sebuah taksi di sana. Taksi di kota Seribu Menara itu dimiliki oleh
perorangan, dan kebanyakan armadanya sudah jelek dan bobrok.

Malam itu Andi membuka pembicaraan dengan
sopir taksi Mesir demi memecah kebekuan. "Berapa uang yang kau hasilkan
dalam sehari dengan membawa taksi seperti ini?" Andi melempar tanya kepada
sopir taksi. Dibenaknya Andi akan membayangkan betapa jauh penghasilan yang
akan disebutkan oleh sopir taksi ini dibandingkan penghasilan yang ia dapatkan
di perusahaan Yahudi terkenal. "Aku tak membawa taksi ini seharian!"
jawab sopir itu dengan bahasa Inggris sekenanya.

"Apakah kamu punya pekerjaan lain di
luar sana?" kejar Andi. "Alhamdulillah, aku punya dua pekerjaan yang
diberi Allah untukku. Dari pagi hari sampai sore aku bekerja di restoran, malam
harinya aku menjadi supir taksi!" sahut sang sopir.

"Apakah hidup di Mesir sudah sedemikian
sulit sehingga engkau harus bekerja double dan mencari nafkah sampai
malam?" tanya Andi lagi. "Tidak...., hidup di negeri ini amat nikmat
sekali! Dari pagi hingga sore aku mencari nafkah untuk diriku dan keluarga dan
itu cukup untuk kami..." jelas sang sopir. "Lalu mengapa engkau
menjadi sopir taksi?" kejar Andi.

"Saudaraku...., hidup ini hanya
sekali. Dan aku ingin hidup yang cuma sekali ini berarti untuk bekalku setelah
mati. Maka sudah beberapa lama ini aku membawa taksi agar aku bisa mencari
tambahan penghasilan dan kemudian aku sedekahkan kepada mereka yang membutuhkan."
jelas sang sopir.

Degg...! kalimat itu terasa bagai kilat
menyambar di hati Andi. Betapa hebat niat sopir taksi itu gumamnya. Tak pernah
dengan kekayaan yang dimiliki, Andi bercita-cita mulia seperti itu. Tak berani
ia meneruskan pembicaraan dengan sopir taksi. Dalam hati Andi bergumam bahwa
seluruh harta yang ia cari rupanya belum apa-apa, dibandingkan kekayaan hati
yang dimiliki penduduk muslim miskin di Maroko dan supir taksi shalih yang ia
temui di Cairo, Mesir ini.

"Rupanya umat Islam lah yang memiliki
kekayaan yang hakiki!" gumam Andi.



Rasulullah SAW bersabda, “Siapa di antara kalian di waktu pagi ia merasa
aman rumah tangganya, sehat badannya, dan mempunyai persediaan makanan untuk
hari itu, maka seolah-olah ia telah mendapatkan kebahagiaan dunia dengan semua
kesempurnaannya.” HR. Tirmidzi

berQurban Tepat Sasaran

Assalaamualaikum
*".......Semakin Taqwa semakin Peduli kepada Yatim dan Miskin
( QS AlBaqarah Ayat 177 ) *

*Mari berQurban Tepat Sasaran di Salurkan ke Jaringan Pondok Yatim Indonesia
Harga Kambing Mulai Rp. 770.000,- Mari Berqurban sesuai Ajaran Rasulullah
*

Sudahkah anda berqurban?
Itulah pertanyaan pertama yang layak dikedepankan. Allah berfirman dalam
Al-Qur'an QS. Al-Kautsar[108] : 1 - 2 "Sesungguhnya Kami telah memberimu
ni'mat yang banyak. Maka shalatlah karena Tuhanmu dan berkurbanlah".



Dalam QS. Al-Hajj[22] ayat 34 Allah berfirman lagi: "Dan bagi tiap-tiap umat
telah kami syari'atkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama
Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka,
maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu
kepadanya, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh
(kepada Allah)".



Pengistilahan yang dipakai dalam qurban banyak sekali ; ada yang menyebut
dengan kata qurban yang artinya dekat, hadyu artinya pemberian/hadiah, nahr
artinya sembelihan dan udlhiyyah artinya sembelihan.



Sedangkan pengertian qurban sendiri adalah penyembelihan binatang ternak
untuk mendekatkan diri kepada Allah yang disembelih pada hari raya Iedul
Adha dan hari tasyrik (11, 12 dan 13 Hijriyyah). [Imam Taqiyyuddin Abu
Bakar. Kifaayatul Akhyar].



A. Sejarah Asal mula Qurban.

Penyembelihan hewan qurban merupakan lambang ketaatan seorang muttaqin
mengikuti sejarah Naabiyullah Ibrahim as. Yang diperintahkan menyembelih
putranya Nabi Ismail as. ( QS: As shoffat 37 ayat 99-109 ).



B. Hukumnya

Pada mulanya bulan qurban menurut mayoritas ulama adalah sunnat muakkad
(sunnat yang ditekankan/dikuatkan). Sementara Imam Malik berpendapat bahwa
korban itu wajib, sedangkan Imam Abu Hanifah menghukumi wajib bagi komunitas
orang-orang mampu. Ini didasarkan firman Allah QS. Al- kautsar ayat 2,
karena disana menyebutkan qurban dengan kata perintah dan disejajarkan
setelah perintah sholat. Apalagi dalam hadits, Nabi bersabda : "Barang siapa
ada kelapangan (dalam rizki) tetapi tidak berqurban, maka janganlah ia
berani mendekat ketempat sholat kami". ( HR. Ahmad dan Ibnu Majah dalam
Bulughul Maram Hadits no: 1374 ). Hadits ini disepakati oleh para ulama
sebagai hadits mauquf yang disandarkan kepada Umar bin Khattab dan Ibnu
Hajar Al-Asqolani mencantumkan dalam kitabnya ini.



C. Syarat-syarat hewan qurban

Hewan yang boleh dijadikan hewan qurban adalah hewan ternak berkaki empat
yaitu: domba,kambing,unta,sapi/kerbau.

1. Domba (yang bulunya lebih panjang) Domba yang dijadikan hewan qurban
adalah domba jad'ah yaitu domba yang berumur satu tahun masuk tahun kedua,
misal bulan ke 13 karena >12 bulan atau walau kurang dari satu tahun tetapi
sudah tanggal giginya.

2. Kambing (yang bulunya tipis) Kambing yang dijadikan qurban adalah kambing
tsaniyyah yaitu kambing yang berumur 2 tahun.

3. Unta

Unta yang dijadikan qurban adalah unta Badanah yaitu unta yang berumur 5
tahun masuk tahun ke 6.

4. Sapi/kerbau

Sapi/kerbau qurban adalah sapi/kerbau tsaniyyah yaitu sapi/kerbau berumur 2
tahun masuk tahun ke 3.



Untuk semua hewan qurban, masalah jantan atau betina dalam hal ini tidak ada
perbedaan, tetapi untuk jantan lebih utama. Untuk unta dan sapi/kerbau bisa
untuk qurban 7 orang. Sedangkan menurut satu pendapat ulama unta bisa untuk
10 orang.



Berdasarkan hadits Nabi saw, dari Jabir r.a.: " kami berqurban beserta
Rosulullah saw pada hari Hudaibiyyah dengan badanah (unta ) untuk 7 orang
dan sapi untuk 7 orang. ( HR. Muslim )

Ada 4 hal yang tidak sah dijadikan hewan qurban :

a. Hewan yang cacat sebelah matanya dengan cacat yang jelas kelihatan .

b. Hewan yang pincang yang jelas kepincangannya.

c. Hewan yang sakit yang kelihatan jelas sakitnya.

d. Hewan yang kurus.



Para ulama menambahkan lagi bahwa tidak sah juga berkurban dengan hewan yang
dipotong telinganya atau ekornya, tetapi bagi hewan yang kecil telinganya (
seperti domba Garut ) sah. Boleh juga berqurban dengan hewan yang dikebiri
atau yang retak tanduknya, juga sah hewan yang diciptakan tanpa tanduk
(betina).



D. Waktu menyembelih

Waktu menyembelih adalah dari waktu sholat Idul Adha sampai terbenam
matahari pada akhir hari tasyrik ( 11, 12,13 Dzulhijah ).

Disunatkan 5 hal waktu menyembelih hewan qurban :

1. Membaca basmalah.

2. Membaca sholawat kepada Nabi saw.

3. Menghadap kiblat.

4. Membaca takbir.

5. Doa.

Doa yang biasa dibaca Rosulullah disaat menyebelih hewan qurban diantaranya:

a. ALLAAHUMMA HAADZAA MINKA WA ILAIKA FATAQOBBAL MINNII "Ya Allah ini adalah
karunia dari-Mu dan (akan dikembalikan) maka terimalah qurban dariku".

b. ALLAHUMMA TAQOBBAL MIN MUHAMMADIN WA AALI MUHAMMADIN WA UMMATI
MUHAMMADIN………BIN…… "Ya Allah terimalah (qurban) dari Muhammad dan keluarga
Muhammad dan umat Muhammad ……….bin……..".



E. Status daging qurban

Mudlahhi/pekurban tidak boleh makan daging qurbannya bila qurban itu qurban
yang dinadzarkan, tetapi boleh makan dari qurban sunnat dan dia tidak boleh
menjual daging qurbannya itu. Yang dimaksud dengan qurban yang dinadzarkan
adalah jika seseorang menggantungkan qurbannya pada sesuatu janji kepada
Allah. Misalnya ia mengatakan:"Jika saya sukses dalam proyek anu maka saya
akan berqurban". Kemudian dia sukses maka qurbannya itu dihukumi nadzar dan
wajib dilakukan. Oleh karenanya ia dilarang makan daging qurbannya.



Menurut Jumhur ulama pekorban hanya boleh makan sepertiga dari qurbannya,
tetapi menurut Al- Ghazali bila dia mensedekahkan seluruhnya itu lebih baik.
Firman Allah Qs. Al-Hajj (22) : 36 - 37 : Artinya: "Maka makanlah
sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya
(yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami telah
tundukkan unta-unta itu kepada kalian, mudah-mudahan kalian bersyukur.
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (
keridhaan ) Allah, tetapi ketaqwaan dari kalian yang dapat mencapainya."



Janganlah pekorban memberikan upah kepada penyembelih dari bagian qurban,
sebagaimana dikatakan Sayyid Sabiq dalam fiqih sunnah . Persoalan teknis
penyembelihan dibeberapa tempat masih menjadi polemik, misal: penyembelih
dan pengurus mendapat bagian kulitnya. Masalah kulit dan bulu ini, ulama
berbeda pendapat. Mayoritas ulama melarang menjualnya, tapi Abu Hanifah
membolehkan menukar kulit dan bulunya dengan barang- barang yang bermanfaat
bagi umat tapi tidak dengan uang, sedangkan Imam Atho' membolehkan
menukarnya dengan uang (dijual) asal kemanfaatannya untuk bersama tetapi
bukan sebagai upah menyembelih.



Semoga Allah memudahkan kita semua dalam melaksanakan ibadah qurban ini.



Wasalamu'alaikum,



Ustadz Radit Al Hanaan

Team PondokQurban

http://pondokqurban.multiply.com

Selasa, 11 November 2008

Pejabat Yang Sangat Sederhana

Oleh : Uti Konsen.U.M. (APPost)


Setiap orang adalah pemimpin dan bertanggungjawab terhadap kepemimpinannya.
Seorang raja/penguasa adalah pemimpin dan bertanggungjawab terhadap
rakyatnya…. ( HR.Bukhari ­ Muslim )
)

Kehidupan para sahabat Nabi SAW banyak dipenuhi berbagai macam
pribadi yang menawan yang menjadi suri teladan bagi generasi yang
datang kemudian. Dan pangkal dari pribadi menawan itu adalah
semata-mata karena dorongan keikhlasan dalam memeluk Islam dan
menjalankan syariat-syariat-Nya. Bagi mereka, apapun resikonya mereka
terima dan dihadapi dengan jiwa yang tabah, istiqamah. Yang penting
Allah meridhai perjalanan dan perjuangan hidupnya. Semboyan yang
berkembang ketika itu adalah “Hidup mulia atau mati syahid “.
Salah satu diantaranya ialah Salman Al Farisi. Ia adalah salah
seorang sahabat Nabi SAW yang sangat sederhana dan salah seorang
sahabat yang gagah berani lagi cerdas otaknya. Ia mampu menciptakan
teori penggalian parit sekitar Madinah, tatkala pasukan musuh mau
menggempurnya. Ia juga dikenal sebagai salah seorang sahabat Nabi SAW
yang memiliki akhlakul karimah, sehingga Rasulullah SAW memasukkannya
ke dalam golongan Ahlul-Bait.
Sepeninggalan Rasulullah SAW, Khalifah Abu Bakar dan khalifah
berikutnya menugasi Salman sebagai gubernur wilayah Mada’in. Salman
sebetulnya menolak menduduki jabatan yang begitu tinggi itu.. Ia
berkomentar, “Jabatan itu manis waktu memegangnya, tapi pahit waktu melepaskannya “. Tapi lantaran “dipaksa“, maka ia terima juga demi pengabdian kepada
Allah. Karena itu ia pun sangat baik kepada rakyatnya dan hidup di
tengah-tengah mereka.
Sebagai seorang amir, Salman menerima tunjangan sampai 6.000 dinar
setahun (jumlah yang sangat sederhana untuk ukuran waktu itu ). Meski
demikian, hampir seluruh tunjangannya itu ia serahkan kepada fakir
miskin. Ia cuma mengambil satu dirham yang digunakan sebagai modal
untuk membeli daun dan pelepah korma yang lantas dianyam dan dijual
sendiri ke pasar, laku tiga dirham. Uang tiga dirham itu dibagi tiga,
satu dirham untuk modal, satu dirham untuk nafkah keluarga, dan satu
dirham lagi untuk fakir miskin. Begitulah selalu dilakukan oleh Salman
Al Farisi, sebagai amir negeri Mada’in.
Salman Al Farisi juga dikenal sebagai seorang pejabat yang senang
membantu orang yang kesulitan. Satu hari misalnya, ketika ia melihat
seorang Syria kerepotan membawa barang dagangannya maka secara spontan,
Salman membawakan barang dagangan itu. Ditengah jalan, diantara anggota
masyarakat ada yang mengenalnya dan mengucapkan salam “Assalamu’alaikum ya Amir “. Mendengar nama Amir disebut, orang Syria itu kaget bukan kepalang. Ia tidak mengira, jika “kuli“
yang membawa barangnya adalah Gubernur Negeri Mada’in. Dengan penuh
rasa hormat, orang itu meminta barangnya untuk dibawanya sendiri. Tapi
Salman tidak membolehkannya. Ia terus membawanya sampai ke tempat
tujuan.
Ketika Sa’ad bin Abi Waqqash datang ke rumah Salman, ia melihat Salman sedang sedih. “Demi Allah,“ kilah Salman kepada tamunya, “Saya
bukan karena takut mati atau mengharap kemewahan hidup di dunia, tapi
ingat pesan Rasulullah “Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan
dunia ini seperti bekal seorang pengelana“.Padahal barang yang saya miliki cukup banyak, “ kata Salman mengakhiri tangisnya.
“Bangunan rumah Salman, hanya sekedar dapat digunakan bernaung
di waktu panas dan berteduh di kala hujan. Jika penghuninya berdiri,
kepalanya terantuk sampai langit-langit, dan jika berbaring kakinya
sampai ke dinding. Sedang di dalamnya tak ada perabotan kecuali sebuah
piring untuk makan dan baskom nuntuk persediaan air. Meski demikian, ia
tetap risau, menganggap barang-barang yang dimilikinya masih berlebihan,“ tulis Badruzzaman Busyairi dalam buku ‘Bunga Rampai Ajaran Islam no 14 “. Masya Allah.
Di rumahnya, Salman tanpa ragu mengerjakan sendiri pekerjaan yang
semestinya digarap pelayannya. Sedang rumahnya sangat sederhana, tidak
mengesankan sebagai rumah seorang Gubernur. Sebaliknya lebih menyerupai
rumah rakyat kecil yang miskin. Salman akhirnya wafat dalam keadaan
bersih, tidak meninggalkan harta yang berarti, kecuali pesan-pesannya
yang terus dikenang lantaran didukung oleh sikap dan sifat hidupnya
yang sederhana dan ikhlas, yang sudah sangat jarang ditemukan dalam
kehidupan akhir-akhir ini. Contoh lain. Di masa Khalifah Umar bin
Khattab RA, Abu Hurairah diangkat menjadi Amir (setingkat Gubernur)
untuk wilayah Bahrain. Umar yang sangat teliti melihat Abu Hurairah
jadi murah rezekinya, curiga dan memerintahkan hartanya diserahkan
kepada Baitulmal. Abu Hurairah RA setelah menjelaskan bahwa harta yang
dimiliknya itu berasal dari yang halal dan sah, akhirnya menyerahkannya
ke Baitulmal seraya berdoa demi keampunan dan keselamatan Umar,
sekaligus memohon pengunduran diri dari jabatannya.
Selang beberapa lama, Khalifah Umar memintanya untuk duduk lagi
dalam pemerintahan dengan jabatan baru yang lebih tinggi. Tapi dengan
arifnya, Abu Hurairah menolak. Katanya “Aku ingin kehormatanku tidak
tercela, hartaku tidak dirampas, penggungku tidak dipukul. Dan aku
takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa kasih sayang.“

Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya Penuh Cinta

Wahai orang-orang yang terpejam matanya, perkenankanlah kami
manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti
halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga
terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasiaNya yang
penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari
berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah.
sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap, sungguh nikmat malam-malammu,
gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya
yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut
tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat
dirimu terlena, menikmati tidurmu diatas pembaringan yang empuk,
bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik
selimutmu yang demikian hangatnya.

Wahai orang-orang yang terlena, ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!
Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira.
Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak
sepeti dirimu!! kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah
kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda: "sesungguhnya di
surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi
dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi
makan orang-orang yang memerlukan, menyebarkan salam serta mendirikan
sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." itulah sebuah
kamar yang menakjubkan bagi kami dan orang-orang yang mendirikan
sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, kau pasti pernah
mendengar namaku disebut. Aku Abu Khurairah , Periwayat Hadits.
Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tidak terperi.
penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau?
kenikmatan itu tidak serat merta kukecap sendiri, ku bagi
malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu
untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi.
Jika salah satu dari kami telah selesai mendirikan sholat, maka kami
bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya.
Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? pedulikah kau pada keluargamu?
adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? sekedar untuk
membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. sejarah mencatatku
sebagai sang Penakluk Kesombongan pasukan salib, suatu kali seorang
ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, "Nuruddin itu
kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah
yang benar. "Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku.
Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata
mereka, "Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang
banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku
tersenyum, mereka memang benar, kemenangan yang kuraih adalah karena
do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an. Tahukah kau
dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Istriku tercinta,
Khotum binti Atabik. Dia adalah istri sholehah di mataku, terlebih di
mata Allah, malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam
bingkai Tuhan.

Gemersikan dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik
kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang
panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat
belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang
membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada
malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah.
Astaghfirullah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah
peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang
pegawai khusus untuknya, pegawai yang kuperintahkan untuk menabuh
genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai, kau pasti mengenalku dalam kisah
pembebasan Al-Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta
emas itu, seorang Panglima Perang, sholahuddin Al-Ayyubi, orang-orang
yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang panglima yang
selalu menjaga sholat berjamaah. Kesenanganku adalah mendengarkan
bacaan Al-Quran yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang
paling kutunggu. saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku,
sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata.

Wahai orang-orang yang masih terlelap, Pernahkah kau mendengar
penaklukan Konstantinopel? Akulah orang di balik penaklukan itu,
Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala
tentaraku, namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku
telah memerintahkan kepada para pasukanku untuk berpuasa pada siang
hari dan pada saat malam tiba kami melaksanakan sholat malam dan
munajat penuh pertolongan padaNya, jika Allah memberikan kematian
kepada kami pada siang hari di saat kami berjuang, maka kesyahidan,
itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung
kematian, namun sebelum itu di ujung malamnya Allah temukan kami
berada dalam kehidupan, kehidupan dengan menghidupkan malam kami.

Wahai orang-orang yang tergoda, begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk
lehermu saat kau tidur? ya sangat kuat, tiga ikatan kuat di tengkuk
lehermu, dia lalu menepuk setiap ikatan sambil berkata "Hai manusia
sadarlah, engkau masih punya malam panjang, maka tidurlah!!" "Hei
sadarlah, sadarlah jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya,
syetan itu berbohong kepadamu, maka bangunlah! bangkitlah kerahkan
kekutaanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Allah, maka akan
lepas ikatan yang pertama, kemudian berwudhulah maka akan lepas ikatan
yang kedua, dan terakhir sholatlah, sholat seperti kami maka akan
lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlena, masihkah kau menikmati
malam-malammu dengan kepulasan? masihkah? adakah tergerak hatimu untuk
bangkit, bersegera mendekat kepadaNya, memohon ampunanNya walaupun
hanya dengan dua rakaat? tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata. "Akulah
Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa
yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni," Dia terus berkata
demikian hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, bagi kami manusia-manusia
malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami
kehidupan sesungguhnya, sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang
penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap? Apakah kau
menginginkan kehidupan sesungguhnya? maka ikutilah jejak kami,
manusia-manusia malam, kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu
sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, nikmatilah
tidurmu diatas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal
gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya,
maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.

Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di surgaNya, mendapati dirimu
dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam
dan sisi dalamnya terlihat dari luar.

Amin.........

Senin, 10 November 2008

Antara Iman Dan Akal

Oleh : Rifqi Fauzi

Dan,
kami ilhamkan kepada ibu Musa, ''Susuilah dia, dan apabila kamu
khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil).

Dan,
janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena
sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya
(salah seorang) dari para rasul.'' Dan, menjadi kosonglah hati ibu
Musa. Sesungguhnya, hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa,
seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang
yang percaya (kepada janji Allah).'' (QS Alqashash [28]: 7 dan 10).

Dalam menjalankan perintah agama, terkadang ada beberapa perintah dan janji Allah SWT yang menurut pandangan manusia tidak masuk akal. Sehingga, terkadang
kita ragu dalam mengimani dan menjalankannya. Padahal, sebenarnya,
ketika ada suatu janji atau perintah Allah yang tidak masuk akal, hal
itu disebabkan keterbatasan akal kita dalam menembus skenario Allah SWT.

Ayat di atas mengisahkan Allah SWT memerintahkan ibunda Nabi Musa AS menghanyutkan Nabi Musa ke sungai jika anaknya ingin selamat dari
tentara Firaun. Secara manusiawi, hal ini tidaklah masuk akal. Karena,
bisa saja Nabi Musa malah meninggal terbawa hanyut sungai.

Ibunda
Musa pun merasakan tidak masuk akalnya perintah Allah. Sehingga, dalam
ayat di atas, Allah SWT harus berulang kali meneguhkan hatinya. Dengan
mengimani dan mengikuti perintah Allah SWT, Nabi Musa pun selamat dan
kembali kepangkuan ibunya ditambah lagi dengan hidup di istana megah
dan menjadi nabi sesuai janji Allah terhadapnya.

Begitu pun
perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS untuk meninggalkan istrinya Siti
Hajar bersama bayinya Nabi Ismail di bukit yang gersang dan jauh dari
keramaian, tanpa dibekali makanan dan minuman. Secara manusiawi, hal
ini sungguhlah tindakan yang kejam dan tidak masuk akal.

Namun,
disebabkan keimanannya terhadap janji Allah SWT, akhirnya bukit yang
gersang itu menjadi kota yang paling banyak dikunjungi umat manusia.
Namun, terkadang kita masih banyak yang menjalankan perintah Allah
bukan berlandaskan keimanan, melainkan masih melihat rasional dan
untung rugi. Masih banyak yang enggan berinfak dan mengeluarkan zakat
karena takut rugi. Padahal, Allah berjanji akan melipatgandakan harta
kita jika kita mau berinfak. Ketahuilah janji Allah itu pasti dan
keragu-raguan itu datangnya dari setan.


''Hai manusia,
sesungguhnya janji Allah adalah benar. Maka, sekali-kali janganlah
kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang
pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.'' (QS Faathir [35]: 5).

http://republika.co.id/kolom.asp?kat_id=14
http://fauzidex.multiply.com/journal/item/21

Selasa, 04 November 2008

KODE BABI PADA MAKANAN BERKEMAS

Oleh Dr.M. Anjad Khan
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai
pegawai di
Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya,
mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan
Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,
bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM
Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia
mengetahui
berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan
tersebut
dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang
dituliskan dalam
bentuk matematis seperti E-904, E-141.
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran
lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang
berwenang
dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan
jangan banyak tanya ...!
Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai
mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada. Ternyata, apa yang
dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh
negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah
daging
babi.
Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di
Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000
unit.
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan
dengan hwan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari
lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi
tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi
yang bikin
pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging
babi.
Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini
mereka
pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji
cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata
berhasil.
Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan.
Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap
produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena
itu, bahan
dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada
kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam
kemasan
diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang
dari negara Islam,
maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu
lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak
sesuai
syariat Islam.Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam,
akibatnya
produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75%
penghasilan
mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat
laba yang
dicapai bisa mencapai miliaran dollar.
Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM,
sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E ? CODES,
E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional,
antara lain :
pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng,
buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi
jenis makanan
& obat2an lainnya.
Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk
memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan
mencocokannya
dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode
di bawah ini, positif mengandung lemak babi :
E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,
E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432,
E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475,
E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495,
E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari'at Islam dan
juga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.
Semoga manfaat,
M. Anjad Khan
Medical Research Institute United States
************ ****
Kalo mo hang out di Starbucks or Coffebean, pikir2 ulang deh
... karena, ternyata semua minuman mengandung elmusifier yang berasal
dari babi. Kalo membeli makanan kita juga gampang mengetahui halal or
haram,
caranya dg melihat ada tidaknya kode E ? trus tiga digit angka
dibelakangnya,
dan itu artinya bahan2 berasal dari lemak babi...
************ ****
Dear all ...
Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak
ada
embel2 lain, misal : lecithin de sojaatau soy lecithin), maka saya
yakni bahwa "origin"nya adalah pork or varken (babi)
Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslim
Groningen the Netherlands & ikatan kel muslim Eropa memperingatkan
kami utk
mengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan
yg akan
dibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada
roti
tawar. Karena itu, kami sarankan kpd kel muslim utk pilih roti tawar
dg
istilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya
harga
lebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti
tawar dg
emulsifier), yang pentingkan halal.
************ ********* *******
FYI ....
E471 biasa dikenal dg sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrak
dari tulang babi.
E472 (saya tak ingat nama dagangnya) è originnya adalah ekstrak
tulang babi.
Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dr asam lemak (fatty
acid). Biasanya kedua additive ini sangat sering ditemukan pada
produk2
berikut :
Produk makanan mengandung cokelat è roti, ice cream, biskuit, dll
Produk makanan yg perlu elmusifier è coklat bar, ice cream, or bulk,
coffee cream, marshmallo, jelly, dsb.
Demikian sekilas info, semoga manfaat